FENOMENA GENERASI
MILINEAL
Jalan kehidupan ini terus bergerak bagaikan perputaran roda,
yang terus menerus melakukan rotasi, sehingga terjadi pergerakan lamban atau
cepat, hal ini tergantung pada factor jalannya kehidupan, dan yang mengatur
kehidupan, dan kendali kehidupan.
Semenjak adanya kehidupan dan akan berakhir kehidupan, terus
menerus silih berganti, ada sebuah teori yang menyatakan adanya perubahan
sosial. Perubahan sosial manusia banyak terjadi karena factor kebutuhan
kehidupan, mulai dari kebutuhan primer, skunder dan lainnya, akan tetapi tempat
tinggal kita tidak dapat berkembang dan bertambah ( bumi). Bumi sebagai tempat
tinggal tidak mengalami pertambahan sedikitpun, ia diciptakan dengan ketetapan
dari semula, akan tetapi ia mengalami perubahan terus menerus seiring adanya
perubahan pada manusia.
Pada prinsipnya alam semesta dalam arti disini bumi adalah
makluk, maka iapun membutuhkan dimensi “makan” untuk keberlangsungan kehidupan.
Namun sifat bumi sebagai makluk hidup, ia akan bergerak sesuai dengan ketetapan
yang ditakdirkan oleh Allah. Keberadaan ketetapan takdir menjadikan
ketertundukan bumi atas perintah-Nya.
Komponen bumi sebagai tempat kehidupan manusia sangat luas
yang masih terbatas, karena bumi masih bisa dapat diukur oleh alat. Akan
tetapi, manusia masih belum dapat diukur keterjangkauan pemikiran, kehendak
jiwa, dan kemauan kehidupan yang sulit dikendalikan, selagi kebutuhan hidupnya
belum terpenuhi.
Dalam kehidupan manusia sekarang, perubahan sosial sangat
drastis, dimana dapat diindikasikan dengan feneomena-fenomena berikut ini:
- Tersedianya kebutuhan-kebutuhan-primer, skunder dalam manusia telah ada
- Hasil kemajuan dan alat-alat teknologi sangat tersedia
- Ilmu pengetahuan dan teknologi sangat tersedia dalam bentuk softcopy ( perangkat lunak), maupun cetak
- Guru tidak lagi menjadi subjek ilmu pengetahuan, tetapi bergeser internet (dunia maya)
- Sistem administrasi, birokari, politik, ekonomi, dikendalikan kepada system computer
- Nilai-nilai budaya bangsa semakin menurun terhadap intgritas, dan nasionalis bangsa
- Agama menjadi symbol kebanggaan bukan menjadi symbol kenyataan, dan amalan kehidupan.
- Interaksi kehidupan tidak lagi menggunakan alat komunikasi murni ( Mulut) tetapi, gadget.
Fenomena-femonena tersebut merambah dalam dunia pendidikan
khususnya di sekolah antara:
- Pelajar, semakin disuguhkan hasil ilmu pengetahuan yang semakin lengkap menjadikan budaya instan mencari pengetahuan
- Penghargaan guru semakin berubah
- Budaya kerja semakin ditentukan oleh “duit”, “materialism” dan objek lain, tidak ada “pengabdian”, pahala, atau keduanya
- System komunikasi guru-murid semakin menjadi teman yang sebaya- tidak menjadi orangtua-anak.
- Budaya komunikasi verbal digantikan komunikasi nonverbal
- Budaya "bisu" merambah dalam kehidupan masyarakat sekolah, dengan adanya teknologi
Tidak ada komentar:
Posting Komentar