Jumat, 14 November 2014

Kolonialisme Keduniaan 

Menjadi bangsa dan negara  yang maju, dan modern merupakan cita-cita pendiri bangsa. Demikian pula, Bangsa Indonesia yang mempunyai harapan untuk menjadi bangsa yang maju, modern, produktif, mencerdaskan, serta mensejashterakan seluruh warga dan potensi bangsa ini.
Harapan demikian sangat mulia, dan ambisius dalam tatanan kehidupan dunia, namun sinergi antara keduniaan perlu dilanjutkan dengan adanya keberlangsungan dunia apakah abadi...
Menjadi bangsa yang baik, sebagaimana para pejuang bangsa dapat diambil pelajaran yang sangat berharga:
Pertama, Menjadi bangsa berarti menjadi satu kesatuan kehidupan secara bersama-sama dalam mencapai tujuan kehidupan. Oleh karena itu cita-cita bangsa telah diwujudkan dalam cita bangsa.
Kedua, Menjadi bangsa berarti menjadi peduli terhadap kehidupan, artinya seluruh komponen bangsa harus peduli terhadap dirinya, orang lain dan lingkungannya, sehingga harmonisasi kehidupan akan terwujud.
Ketiga: Menjadi bangsa berarti menjadikan seluruh bangsa untuk memberikan potensi bangsa untuk keberlangsungan kehidupan. Ia tidak berpikir untuk menjadikan dirinya egois, pesimis, dan lupa terhadap dirinya sendiri, tetapi ia selalu memberikan kepada bangsa dan negara.
Keempat; Menjadi bangsa berarti memperkuat diri dengan segala potensi untuk kesejahteraan lahir dan bathin kehidupan manusia dalam bangsa. Hal ini menjadikan bangsa sadar akan hakikat eksistensi bangsa didirikan.

Menjadi bangsa yang maju, modern pada dasarnya sangatlah sederhana dan mudah, tidak perlu mencontoh atau menjiplak bangsa yang mempunyai teknologi canggih yang dapat menjangkau segala kehidupan tetapi lupa terhadap hakikat tujuan kehidupan yang sebenarnya. Bangsa yang maju dan modern adalah bangsa yang tidak terpengaruh dalam kemewahan keduniaan semata, keduniaan hanya dijadikan sebagai basis, ladang perjuangan kehidupan menjemput sesuatu yang besar.
oleh karena itu, menjadi bangsa yang maju, modern memiliki makna, keberpihakan terhadap keduniaan tidak hanya semata-mata untuk memajukan teknologi, dan melupakan sumber daya manusia dan mengelola dan menjaga harmonisasi alam.
Hal ini membuktikna bahwa Bangsa Indonesia telah terjebak terhadap "keduniaan" semata, anggota dewan, para oknum pejabat pemerintah yang menjadikan dunia sebagai tempat tujuan. Sehingga melupakan rakyat yang menjadikan para dewan dan pejabat pemerintah "berkuasa".



KONTROL DIRI, PRASANGKA BAIK, DAN PERSAUDARAAN A.                 Kajian Kontrol Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan 1.     ...