“MENDIDIK DARAH”
Pendidikan pada dasarnya
membimbing pada aspek kognitif/pengetahuan, keterampilan/psikomotorik, dan
afektif, karekater kepribadian atau sikap tabiat perilaku. pola pendidikan
demikian, pada intinya jika kembali pada asepk manusia hanya dua hal jasmani
dan rohani manusia, fisik dan non fisik manusia.
Pendidikan manusia, menumbuhkan
setiap pengetahuan dan kecerdasan untuk mencapai derajat pengetahuan dan tujuan
kehidupan.
tetapi, pada dasarnya pendidikan
banyak mencapai, tujuannya jika pendidikan itu menjadikan manusia memiliki
sikap, keterampilan, dan afektif, yang sempurna. dalam pandangan Islam
insan kamil. manusia yang sempurna,
sempurna iman, akal, intelektual dan kerampilan.
manusia menurut Alqur’an berasal
dari segunpal darah, yang berasal dari air, tanah, udara, dan api, orang
tuanya. kandungan air sebagaimana lebih dominan dalam pembentukan sel dan darah
manusia yang berasal dari tanah.
pola dan proses inilah yang
menjadikan manusia perlu adanya pendidikan, yang bertujuan untuk mendewasakan
manusia, atau tujuan lainya adalah memanusiakan manusia, ( menghilangkan
sifat-sifat kebinatangan atau mengurangi sifat-kebinatangan).
oleh karena itu pendidikan pada
hakikatnya adalah, mendidik darah, darah itulah yang menjadi dominan manusia,
setiap orang memiliki darah yang berasal dari kedua orangtuanya. mendidik
darah, bukan berarti mudah, tetapi membutuhkan proses yang lama, system evolusi
lah yang menjadi akhir dari pendidikan,.
mendidik darah pada dasarnya
tidak merubah asal-usul darah tersebut; paling tidak ada beberapa hal:
1. Pendidikan darah yang paling dasar adalah mensucikan darah
tersebut dari kotoran-kotoran darah (penyakit ), keimanan, spiritual,.,
penyakitpenyakit darah yang terwujud dari saripati makanan dan minuman
2. pendidikan darah dari metode yang di tawarkan,
3. hasil pendidikan
2