Rabu, 19 Maret 2014



" KHALIFAH ALAM SEMESTA DAN MANUSIA"

Awal tahun 2014 , dan bulan selanjutnya bangsa Indonesia mengalami berbagai cobaan-cobaan yang dahsyat  yakni, banjir di Jakarta, Jateng, Jabar, Banten, dan Manado dan kota lain di berbagai daerah. kemudian, kebakaran di Pekanbaru dan daerah lain sehingga berakibat asap begitu pekat sampai di beberapa wilayah. Gunung meletus dari sinabung di Medan, dan juga gunung kelud di Jawa Timur. Inilah fenomena alam yang luar biasa besar, dimana alam ternyata sudah tidak memberikan ruang kepada manusia untuk berpola, kreasi dan beraktivitas bagi kehidupan.
Fenomena alam tersebut mengindikasikan adanya tanda-tanda alam yakni memberikan cobaan kepada bangsa Indonesia. Cobaan tersebut diberikan kepada bangsa Indonesia yang akan menggelar hajatan besar yakni pemilu legeslatif dan presiden. Bangsa Indonesia akan memilah, dan memilih pemimpin bangsa 5 tahun ke depan.  pemilihan umum menjadi rutinitas 5 tahunan bangsa untuk memilih wakil rakyat untuk menjalankan “kekuasaan” atau khalifah dimuka bumi ini.
Khalifah di muka bumi ini merupakan tahapan yang harus dijalankan oleh manusia untuk menentukan keberlangsungan bangsa dan masyarakat Indonesia. Di sisi lain cobaan bangsa yang datang tersebut adalah berasal dari bangsa Indonesia yakni para “khalifah/pemimpin bangsa Indonesia. Para khalifah-khalifah bangsa telah melupakan alam mereka sendiri, mereka telah meninggalkan dassar alam yang mereka miliki, “kekuasaan” dan segudang kepentingan yang terus-menerus mereka gemborkan guna kesjehateraan pribadi , golongan dan masyarakat telah menjadi bahan perdagangan yang sangat menarik untuk selalu diikuti, bahkan di beli sekalipun.
Modal khalifah bangsa yang menjadi pertarungan inilah, alam sedang menguji, sejauhmana kekuatan bangsa dan khalifah bangsa Indonesia untuk memanipulasi alam, karena alam tidak dapat dikalahkan oleh manusia, tetapi hanya mengolah, meneruskan bahkan menghabiskan alam itu sendiri. Disinilah ketidaksejutuan melakukan penolakan terhadap manusia atau khalifah yang tidak diterima, seleksi alam merupakan seleksi yang sangat luar biasa untuk diikuti,.
Khalifah yang sejati adalah khalifah yang dapat diterima oleh alam semesta dan manusia. idealitas khalifah alam semesta dan manusia, memang sangat sulit, hanya dapat dijumpai pada diri Nabi Muhammad, dan khalifah-kahlifah bangsa yang ada, seperti Soekarno-Hatta dan tokoh yang telah menjadi pahlawan bangsa.
Memilah dan memilih khalifah yang menjadi khalifah untuk alam semseta dam manusia merupakan sangat berat cobaan dan tantangan, dimana ia harus menerima kebersihan dan kejernihan logika ilahi, sebagai suara Tuhan yang sebenarnya, kemudian logika masyarakat sebagai ilustrasi suara Tuhan dalam diri manusia. Aspirasi dan kebutuhan manusia yang terdengar melalui kedua telinga manusia layaknya harus banyak mendengarkan suara-suara yang ada dalam logika masyarakat sebagai bentuk kebutuhan dan kepentingan akan diwujudkan dalam kehidupan.
Ketika kebutuhan-kebutuhan yang ada terus menjadi kepentingan yang dilaksanakan untuk mensejahterakan raktyat dan mendamaikan masyarakat, serta mengharmonisasikan alam merupakan rangkaian tugas khlaifah yang utama. Tugas khalifah selanjutnya adalah mengarahkan manusia ke dalam logika suara Tuhan yang tercermin dalam kehidupan msyarakat dan alam semesta.
Tugas inilah yang kerapkali tidak tertangkap oleh wakil-wakil rakyat. sehingga alam memberikan cobaan-cobaannya terlebih dahulu, dimana fenomena alam yang terjadi dalam bangsa Indonesia merupan cobaan yang harus dimanipulasi dan dikreasi untuk menjadi sebuah motivasi kepada bangsa untuk berdiri, eksis dalam kehidupan dunia yang berbeda dengan bangsa yang lain.

Sapta Mulia, 20 Maret 2014

Senin, 17 Maret 2014

"BELAJAR DENGAN POHON"



Pada bulan Oktober, Nopember, dan Desember merupakan bulan berkah yang ada di sekitar kita, dimana pada bulan ini pohon-pohon telah menghasilkan buah. Pada bulan ini pohon yang berbuah menunjukkan kematangannya, dan dapat diambil (dipetik), ataupun jatuh sendiri.
Belajar dari sini sesungguhnya dapat kita ambil hikmah dan contoh yang luar biasa besarnya, pertama, bahwa alam terutama pohon dan segala pohon yang menghasilkan buah sesungguhnya selalu berzikir kepada Allah, mengagungkan Allah, bertasbih, bertahmid, dan bertakbir dengan cara dan kaidah yang telah ditentukan oleh sendiriNya. Manusia diberi sedikit pengetahuan tentang dzikir alam kepada Allah. Kedua, bahwa semua pohon dan segala pohon yang menghasilkan buah merupakan ibadah alam, sebagai bakti pohon kepada Allah, dimana pohon yang menghasilkan buah, dapat dinikmati oleh manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya. Ketiga, bahwa semua pohon yang menghasilkan buah, terus menghasilkan buah tiada berhenti, kecuali kematian saja yang menghentikan. Pertanda ini memberikan bahwa pohon selalu memberikan manfaat, karunia, kepada yang membutuhkan; dirinya sendiri, manusia, hewan dan lingkungannya. Keempat, bahwa semua pohon dan pohon berbuah tidak dapat berbuah selain buah berdasarkan ketentuan dan kodratnya masing-masing, ini menujukkan bahwa buah yang diberikan, atua dihasilkan adalah sama, namun akan berbeda ketika menyangkut proses buah itu menjadi matang dan dapat dirasakan bersama.
Belajar dari fenomena di atas, jelas bahwa pohon dan khususnya semua pohon yang berbuah dan menghasilkan buah adalah sebuah petunjuk kepada manusia, bahwa alam telah memberikan pelajaran kepada kita, tentang kehidupan yang luas dan penuh berkah. Dimana pepohonan yang berbuah dapat memberikan manfaat kepada semua alam diluar lingkungan, dimana pohon itu dapat menghasilkan buah dan buah tersebut dapat dimanfaat untuk kebutuhan manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya. Ini menjadi pelajaran bahwa pohon saja, yang mempunyai ketetapan dan tidak dapat berubah menjadi yang lain, dapat bermanfaaat kepada yang lain. Sedangkan manusia yang mempunyai potensi luar biasa dari Allah, tidak dapat memberikan manfaat kepada manusia dan alam sekitarnya. Disini menunjukkan bahwa, ternyata manusia masih kalah manfaat ketimbang pohon. Selayaknya manusia lebih banyak manfaat ketimbang alam. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah kata mutiara “ sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat kepada orang lain”.
Pepepohonan yang menghasilkan buah, terus akan berbuah dan memberikan manfaat kepada alamnya dan lingkungan, ini menunjukan sebuah makna bahwa pohon akan memberikan manfaat secara terus-terus menerus tiada henti, kecuali diberhentikan oleh Allah SWT, dan pohon menunjukkan bahwa, beramal yang dilakukan manusia layaknya terus-menerus tiada berhenti dan mencari amal sebanyaknya kepada manusia dan alam yang lain. Sebab pepohonan saja sudah memberikan pembelajaran kepada kita untuk terus menerus memberikan buahnya, tanpa meminta bayaran kepada manusia, atau alam sekitar, inilah menunjukkan bukti bakti pohon kepada Allah SWT. Demikian seharusnya manusia berbakti kepada Allah dengan terus mennerus, tiada berhenti dan bermanfaat bagi manusia yang lain.
Pelajaran yang berharga lain, bahwa pohon yang menghasilkan buah, ia bermanfaat hanya menghasilkan buah saja, ini menunjukkan bahwa pemberian pohon kepada yang lain berupa nilai buah saja, pemberian nilai buah saja memberikan arti, adalah Shodaqoh pohon kepada alam ( manusia dan hewan dan lingkungan). Shodaqoh buah dari pohon itulah yang dimanfaat manusia untuk kebutuhannya( kepuasan, kesenangan dan aneka lainnya), dapat memberikan renungan kepada manusia agar manusia dengan jasadnya, ruhaninya, materi yang dimiliki seharus dapat diberikan kepada orang lain dan alamnya. Shodoqohnya inilah yang menjadikan manusia dapat bermanfaat kepada yang lain. Persoalan diterima atau tidak diterima oleh Allah itu adalah persoalan niat, akan tetapi shodqoh manusia kepada yang lain juga harus dilakukan oleh manusia kepada manusia, dan manusia kepada Allah SWT. Sebagaimana shodoqoh pohon memberikan buah kepada yang lainnya.
Wallahu bishowab

Sapta Mulia, 18 Maret 2014

KONTROL DIRI, PRASANGKA BAIK, DAN PERSAUDARAAN A.                 Kajian Kontrol Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan 1.     ...