" KHALIFAH ALAM SEMESTA DAN MANUSIA"
Awal tahun 2014 , dan bulan selanjutnya bangsa Indonesia
mengalami berbagai cobaan-cobaan yang dahsyat
yakni, banjir di Jakarta, Jateng, Jabar, Banten, dan Manado dan kota
lain di berbagai daerah. kemudian, kebakaran di Pekanbaru dan daerah lain
sehingga berakibat asap begitu pekat sampai di beberapa wilayah. Gunung meletus
dari sinabung di Medan, dan juga gunung kelud di Jawa Timur. Inilah fenomena
alam yang luar biasa besar, dimana alam ternyata sudah tidak memberikan ruang
kepada manusia untuk berpola, kreasi dan beraktivitas bagi kehidupan.
Fenomena alam tersebut mengindikasikan adanya tanda-tanda
alam yakni memberikan cobaan kepada bangsa Indonesia. Cobaan tersebut diberikan
kepada bangsa Indonesia yang akan menggelar hajatan besar yakni pemilu legeslatif
dan presiden. Bangsa Indonesia akan memilah, dan memilih pemimpin bangsa 5
tahun ke depan. pemilihan umum menjadi
rutinitas 5 tahunan bangsa untuk memilih wakil rakyat untuk menjalankan
“kekuasaan” atau khalifah dimuka bumi ini.
Khalifah di muka bumi ini merupakan tahapan yang harus
dijalankan oleh manusia untuk menentukan keberlangsungan bangsa dan masyarakat
Indonesia. Di sisi lain cobaan bangsa yang datang tersebut adalah berasal dari
bangsa Indonesia yakni para “khalifah/pemimpin bangsa Indonesia. Para
khalifah-khalifah bangsa telah melupakan alam mereka sendiri, mereka telah
meninggalkan dassar alam yang mereka miliki, “kekuasaan” dan segudang
kepentingan yang terus-menerus mereka gemborkan guna kesjehateraan pribadi ,
golongan dan masyarakat telah menjadi bahan perdagangan yang sangat menarik
untuk selalu diikuti, bahkan di beli sekalipun.
Modal khalifah bangsa yang menjadi pertarungan inilah, alam
sedang menguji, sejauhmana kekuatan bangsa dan khalifah bangsa Indonesia untuk
memanipulasi alam, karena alam tidak dapat dikalahkan oleh manusia, tetapi
hanya mengolah, meneruskan bahkan menghabiskan alam itu sendiri. Disinilah
ketidaksejutuan melakukan penolakan terhadap manusia atau khalifah yang tidak
diterima, seleksi alam merupakan seleksi yang sangat luar biasa untuk diikuti,.
Khalifah yang sejati adalah khalifah yang dapat diterima
oleh alam semesta dan manusia. idealitas khalifah alam semesta dan manusia,
memang sangat sulit, hanya dapat dijumpai pada diri Nabi Muhammad, dan khalifah-kahlifah
bangsa yang ada, seperti Soekarno-Hatta dan tokoh yang telah menjadi pahlawan
bangsa.
Memilah dan memilih khalifah yang menjadi khalifah untuk
alam semseta dam manusia merupakan sangat berat cobaan dan tantangan, dimana ia
harus menerima kebersihan dan kejernihan logika ilahi, sebagai suara Tuhan yang
sebenarnya, kemudian logika masyarakat sebagai ilustrasi suara Tuhan dalam diri
manusia. Aspirasi dan kebutuhan manusia yang terdengar melalui kedua telinga
manusia layaknya harus banyak mendengarkan suara-suara yang ada dalam logika
masyarakat sebagai bentuk kebutuhan dan kepentingan akan diwujudkan dalam
kehidupan.
Ketika kebutuhan-kebutuhan yang ada terus menjadi kepentingan
yang dilaksanakan untuk mensejahterakan raktyat dan mendamaikan masyarakat,
serta mengharmonisasikan alam merupakan rangkaian tugas khlaifah yang utama. Tugas
khalifah selanjutnya adalah mengarahkan manusia ke dalam logika suara Tuhan
yang tercermin dalam kehidupan msyarakat dan alam semesta.
Tugas inilah yang kerapkali tidak tertangkap oleh
wakil-wakil rakyat. sehingga alam memberikan cobaan-cobaannya terlebih dahulu,
dimana fenomena alam yang terjadi dalam bangsa Indonesia merupan cobaan yang
harus dimanipulasi dan dikreasi untuk menjadi sebuah motivasi kepada bangsa
untuk berdiri, eksis dalam kehidupan dunia yang berbeda dengan bangsa yang
lain.
Sapta Mulia, 20 Maret 2014