Pada bulan Oktober, Nopember, dan Desember
merupakan bulan berkah yang ada di sekitar kita, dimana pada bulan ini
pohon-pohon telah menghasilkan buah. Pada bulan ini pohon yang berbuah menunjukkan
kematangannya, dan dapat diambil (dipetik), ataupun jatuh sendiri.
Belajar dari sini sesungguhnya dapat
kita ambil hikmah dan contoh yang luar biasa besarnya, pertama, bahwa
alam terutama pohon dan segala pohon yang menghasilkan buah sesungguhnya selalu
berzikir kepada Allah, mengagungkan Allah, bertasbih, bertahmid, dan bertakbir
dengan cara dan kaidah yang telah ditentukan oleh sendiriNya. Manusia diberi
sedikit pengetahuan tentang dzikir alam kepada Allah. Kedua, bahwa semua
pohon dan segala pohon yang menghasilkan buah merupakan ibadah alam, sebagai
bakti pohon kepada Allah, dimana pohon yang menghasilkan buah, dapat dinikmati
oleh manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya. Ketiga, bahwa semua
pohon yang menghasilkan buah, terus menghasilkan buah tiada berhenti, kecuali
kematian saja yang menghentikan. Pertanda ini memberikan bahwa pohon selalu
memberikan manfaat, karunia, kepada yang membutuhkan; dirinya sendiri, manusia,
hewan dan lingkungannya. Keempat, bahwa semua pohon dan pohon berbuah
tidak dapat berbuah selain buah berdasarkan ketentuan dan kodratnya
masing-masing, ini menujukkan bahwa buah yang diberikan, atua dihasilkan adalah
sama, namun akan berbeda ketika menyangkut proses buah itu menjadi matang dan
dapat dirasakan bersama.
Belajar dari fenomena di atas,
jelas bahwa pohon dan khususnya semua pohon yang berbuah dan menghasilkan buah
adalah sebuah petunjuk kepada manusia, bahwa alam telah memberikan pelajaran
kepada kita, tentang kehidupan yang luas dan penuh berkah. Dimana pepohonan
yang berbuah dapat memberikan manfaat kepada semua alam diluar lingkungan,
dimana pohon itu dapat menghasilkan buah dan buah tersebut dapat dimanfaat
untuk kebutuhan manusia, hewan, tumbuhan dan lain sebagainya. Ini menjadi
pelajaran bahwa pohon saja, yang mempunyai ketetapan dan tidak dapat berubah
menjadi yang lain, dapat bermanfaaat kepada yang lain. Sedangkan manusia yang
mempunyai potensi luar biasa dari Allah, tidak dapat memberikan manfaat kepada
manusia dan alam sekitarnya. Disini menunjukkan bahwa, ternyata manusia masih
kalah manfaat ketimbang pohon. Selayaknya manusia lebih banyak manfaat
ketimbang alam. Sebagaimana dikatakan dalam sebuah kata mutiara “
sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat kepada orang lain”.
Pepepohonan yang menghasilkan
buah, terus akan berbuah dan memberikan manfaat kepada alamnya dan lingkungan,
ini menunjukan sebuah makna bahwa pohon akan memberikan manfaat secara
terus-terus menerus tiada henti, kecuali diberhentikan oleh Allah SWT, dan
pohon menunjukkan bahwa, beramal yang dilakukan manusia layaknya terus-menerus
tiada berhenti dan mencari amal sebanyaknya kepada manusia dan alam yang lain.
Sebab pepohonan saja sudah memberikan pembelajaran kepada kita untuk terus
menerus memberikan buahnya, tanpa meminta bayaran kepada manusia, atau alam
sekitar, inilah menunjukkan bukti bakti pohon kepada Allah SWT. Demikian
seharusnya manusia berbakti kepada Allah dengan terus mennerus, tiada berhenti
dan bermanfaat bagi manusia yang lain.
Pelajaran yang berharga lain,
bahwa pohon yang menghasilkan buah, ia bermanfaat hanya menghasilkan buah saja,
ini menunjukkan bahwa pemberian pohon kepada yang lain berupa nilai buah saja,
pemberian nilai buah saja memberikan arti, adalah Shodaqoh pohon kepada alam (
manusia dan hewan dan lingkungan). Shodaqoh buah dari pohon itulah yang
dimanfaat manusia untuk kebutuhannya( kepuasan, kesenangan dan aneka lainnya),
dapat memberikan renungan kepada manusia agar manusia dengan jasadnya,
ruhaninya, materi yang dimiliki seharus dapat diberikan kepada orang lain dan
alamnya. Shodoqohnya inilah yang menjadikan manusia dapat bermanfaat kepada
yang lain. Persoalan diterima atau tidak diterima oleh Allah itu adalah
persoalan niat, akan tetapi shodqoh manusia kepada yang lain juga harus
dilakukan oleh manusia kepada manusia, dan manusia kepada Allah SWT. Sebagaimana
shodoqoh pohon memberikan buah kepada yang lainnya.
Wallahu bishowab
Sapta Mulia, 18 Maret 2014
Tidak ada komentar:
Posting Komentar