Senin, 07 Mei 2018

Kebenaran Manusia

KEBENARAN, HATI DAN AKAL

Dalam sebuah kehidupan manusia, kebenaran barangkali menjadi langka jika kebenaran telah tercerabut dari hati dan akal yang jernih. akal dan hati menjadi bias, dikarenakan adanya nafsu manusia yang selalu menjadikan cara kerja akal dan hati tidak dapat menemukan/ memancarkan  cahaya kebenaran.

memang kebenaran manusia pada prinsip terdapat kebenaran mutlak, dan kebenaran relatif-nisbi, kebenaran mutlak ada pada kebenaran Tuhan-Allah pencipta segala sesuatu. Sedang kebenaran relatif ada pada kebenaran manusia. Sifat kebenaran ini menjadi pudar jika kebenaran yang dimiliki oleh manusia selalu termotivasi pada aspek-aspek yang mengganggu kebenaran itu, baik status, kekayaaan, maupun hati dan akal pada diri manusia.

Akal pada diri manusia pada dasarnya bersumber pada Hati, walaupun pintu masuk hati adalah akal, orang yang dapat membedakan kebenaran adalah orang sudah berakal/ baligh.Demikian pula hati akan memberikan pancaran pada seluruh aspek manusia, jika hati tidak tertutup oleh kebohongan dan ketidakbenaran.

Selasa, 27 Februari 2018

Mendidik Darah



“MENDIDIK DARAH”

Pendidikan pada dasarnya membimbing pada aspek kognitif/pengetahuan, keterampilan/psikomotorik, dan afektif, karekater kepribadian atau sikap tabiat perilaku. pola pendidikan demikian, pada intinya jika kembali pada asepk manusia hanya dua hal jasmani dan rohani manusia, fisik dan non fisik manusia.
Pendidikan manusia, menumbuhkan setiap pengetahuan dan kecerdasan untuk mencapai derajat pengetahuan dan tujuan kehidupan.

tetapi, pada dasarnya pendidikan banyak mencapai, tujuannya jika pendidikan itu menjadikan manusia memiliki sikap, keterampilan, dan afektif, yang sempurna. dalam pandangan Islam insan  kamil. manusia yang sempurna, sempurna iman, akal, intelektual dan kerampilan.
manusia menurut Alqur’an berasal dari segunpal darah, yang berasal dari air, tanah, udara, dan api, orang tuanya. kandungan air sebagaimana lebih dominan dalam pembentukan sel dan darah manusia yang berasal dari tanah.
pola dan proses inilah yang menjadikan manusia perlu adanya pendidikan, yang bertujuan untuk mendewasakan manusia, atau tujuan lainya adalah memanusiakan manusia, ( menghilangkan sifat-sifat kebinatangan atau mengurangi sifat-kebinatangan).
oleh karena itu pendidikan pada hakikatnya adalah, mendidik darah, darah itulah yang menjadi dominan manusia, setiap orang memiliki darah yang berasal dari kedua orangtuanya. mendidik darah, bukan berarti mudah, tetapi membutuhkan proses yang lama, system evolusi lah yang menjadi akhir dari pendidikan,.
 mendidik darah pada dasarnya tidak merubah asal-usul darah tersebut; paling tidak ada beberapa hal:
 1.      Pendidikan darah yang paling dasar adalah mensucikan darah tersebut dari kotoran-kotoran darah (penyakit ), keimanan, spiritual,., penyakitpenyakit darah yang terwujud dari saripati makanan dan minuman
2.       pendidikan darah dari metode yang di tawarkan,
3.       hasil pendidikan
2

KONTROL DIRI, PRASANGKA BAIK, DAN PERSAUDARAAN A.                 Kajian Kontrol Diri, Prasangka Baik, dan Persaudaraan 1.     ...